GABUNG DI WEB: http://www.agrosukses.com
GABUNG DI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/agromania
From: bambang kusharyono <bskuharyono18641>
Subject: Re: Balasan: Re: [agromania] Panduan Tanam Padi SRI
Organik Akan Disebarkan Gratis bskusharyono...
Selamat Pagi Pak Wahid;
Minta alamat rumah atau alamat yang masih dapat dihampiri
Pak Pos saja, nanti
begitu ada kesempatan akan saya kirimkan lewat Pak Pos.
Mong-ngomong, VCD panduan penanaman padi SRI untuk apa pak?
Salam,
KushaBS
*****
From: "D. Hadi" <energiania>
Subject: Nikmatnya jadi Petani Amerika danilhadi
Kapan Indonesia
bisa seperti ini?
D. Hadi
*Laporan dari Minot,
North Dakota*
Apa yang terjadi jika panen Pak Amat di Jawa Tengah atau
Kang Asep di Jawa
Barat gagal? Keluarga mereka pasti akan mengalami kesulitan
setelahnya. Bisa
jadi mereka terpaksa makan nasi aking, menggadaikan
barang-barang, dan
menunggak bayaran sekolah anaknya. Tapi bila mereka adalah
petani di Amerika
Serikat, hal seperti itu sepertinya tak akan terjadi.
Pasalnya pemerintah
akan mengganti kerugian gagal panen mereka.
Jaminan dari pemerintah adalah salah satu kenikmatan yang
didapat para
petani. Selain jaminan gagal panen, para petani AS juga
mendapat bantuan
pengetahuan dan teknologi dari berbagai pihak, terutama
universitas. Mereka
bisa dengan mudah mendapat informasi bibit unggul terbaru,
kondisi cuaca
harian, bahkan harga berbagai jenis panenan. Itu artinya
para petani
diharapkan akrab dengan teknologi dalam kehidupan
sehari-hari.
Menurut Jay Fisher, direktur Pusat Riset Distrik di North
Dakota State
University, petani memang sudah menggunakan internet untuk
mencari berbagai
informasi. "Petani di North Dakota sebagian besar memiliki
akses internet
dari rumahnya," ujar Fisher saat ditemui Senin (28/7)
di pusat riset di
pinggiran kota kecil Minot, North
Dakota.
Selain di rumah, para petani dan peternak bisa berkumpul di
pusat riset
untuk mengikuti ceramah tentang produk pertanian atau
peternakan. Bukan
hanya mendengarkan para peneliti lokal, mereka juga bisa
bertanya atau *
sharing* dengan peneliti di lokasi lain secara
*teleconference*. "Akibatnya
petani menjadi akrab dengan teknologi. Mereka bahkan
menentukan apa yang
akan ditanam atau di mana hasil panen akan dijual melalui
internet," ujar
Fisher.
Kedekatan para petani terhadap teknologi juga terlihat dalam
penggunaan
alat-alat pertanian mereka. Selain mesin-mesin besar yang
dipakai memanen,
mereka juga memiliki perlengkapan penanda lokasi semacam GPS
(*global
positioning system*) yang bisa menuntun jalannya traktor
sehingga tidak
belok ke lahan orang. Alat ini sangat penting mengingat tiap
petani
menggarap rata-rata 1.000 hektar lahan. Dengan ketepatan
alat ini,
lahan-lahan pertanian terlihat rapi terkotak-kotak dari atas
langit North
Dakota.
Lalu hal apa yang bisa ditiru petani Indonesia?
Sulit memang mencontoh
penggunaan mesin-mesin besar dalam proses pertanian karena
lahan para petani
Indonesia
tergolong amat kecil. Kebanyakan petani juga bukan pemilik lahan
melainkan penggarap. Namun teknologi dan informasi tetap
bisa dimanfaatkan.
Petani sayur di Buleleng, Bali,
misalnya sempat meneguk keuntungan setelah
mereka melalui internet berhasil mengetahui kebutuhan pasar.
Ada pula petani
kacang di Jawa Timur yang menemukan pembeli setelah
menjelajahi dunia maya.
Tak jarang di antara mereka membentuk komunitas online untuk
saling bertukar
pikiran.
Permulaannya memang sulit. Kebanyakan petani Indonesia
bercerita bahwa
mereka sangat takut mengoperasikan komputer. Takut keliru,
katanya. Tapi itu
bukan hanya masalah di Indonesia. Petani Amerika pun
mengalami hambatan
serupa. "Awalnya sulit mengajak mereka memanfaatkan
internet," papar Fisher.
"Namun setelah beberapa orang mendapatkan manfaat, yang
lain akhirnya
tertarik."
Hal lain yang dirasa sangat membantu petani adalah mudahnya
mengakses
informasi pertanian lewat internet. Situs North Dakota
State
University<http://www.ag.nxx.nodak.edu/minot/>misalnya
menyediakan
hasil-hasil penelitian mereka yang terbaru mengenai
hama
dan sistem pertanian. Itu juga pasti bisa dibangun di Indonesia. Yang
sedikit sulit mungkin adalah memastikan petani akan mendapat
ganti rugi bila
panen mereka gagal. Namun bisa jadi itu bukan hal yang
mustahil kelak. Dan
bila sudah begitu, produk pertanian kita mungkin bisa
bersaing di pasar
dunia. Siapa tahu?
*A. Wisnubrata*
*****
From: "I Wayan Suardika" <yanika>
Subject: TAnya tempta beli Bibit Belut daerah Malang atau
jawa timur yandika
Selamat Siang semuanya
Ada yang bisa kasih
info gak di mana bisa beli bibit belut daerah jawa
timur, khususnya yang deket2 malang kalau ada
Terimakasih
sebelumnya.
*****
From: atika yuliana <marketininvest>
Subject: Produksi Kripik Ketela ungu,grubby ungu dan kuning marketingin...
Kami memproduksi berbagai jenis makanan camilan dengan bahan
ketela ungu. Baik
kripik, grubby,dll. Bagi rekan-rekan agromania yang tertarik
dapat menghubungi
email ini atau nomor telp.0271 8902xx. Harga yang ditawarkan
lebih murah,
namun kualitas serta
rasanya dijamin lebih lezat, sebab kami produksi secara
hygenis. Untuk pemesanan secara grosir, masih diberikan
harga diskon.
Daru
*****
From: Rudy Surbakti <agronsery>
Subject: [agromania] Tanya ttg CNF dan FOB agronursery
Mohon bantu kepada teman teman,
saya akan bertemu dgn calon rekan bisnis dari luar negeri
pada tanggal tertentu,
akan tetapi beliau mengirimkan sebuah email yg isinya
sedikit membuat saya
bingung.
Isi bagian email rekan saya yg agak membingungkan tsb
adalah:
Please just give us a little indication of your soft qoute
CNF
........................
Pertanyaan saya adalah:
1. apakah yg beliau inginkan?
2. apakah beda nya CNF dgn FOB?
Terima kasihs sebelumnya