GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

[016] ARSIP POSTING MILIS AGROMANIA





From: bambang kusharyono <bskuharyono18641>
Subject: Re: Balasan: Re: [agromania] Panduan Tanam Padi SRI Organik Akan Disebarkan Gratis bskusharyono...

Selamat Pagi Pak Wahid;
Minta alamat rumah atau alamat yang masih dapat dihampiri Pak Pos saja, nanti
begitu ada kesempatan akan saya kirimkan lewat Pak Pos.
Mong-ngomong, VCD panduan penanaman padi SRI untuk apa pak?
Salam,
KushaBS

*****

From: "D. Hadi" <energiania>
Subject: Nikmatnya jadi Petani Amerika danilhadi

Kapan Indonesia bisa seperti ini?

D. Hadi

*Laporan dari Minot, North Dakota*

Apa yang terjadi jika panen Pak Amat di Jawa Tengah atau Kang Asep di Jawa
Barat gagal? Keluarga mereka pasti akan mengalami kesulitan setelahnya. Bisa
jadi mereka terpaksa makan nasi aking, menggadaikan barang-barang, dan
menunggak bayaran sekolah anaknya. Tapi bila mereka adalah petani di Amerika
Serikat, hal seperti itu sepertinya tak akan terjadi. Pasalnya pemerintah
akan mengganti kerugian gagal panen mereka.

Jaminan dari pemerintah adalah salah satu kenikmatan yang didapat para
petani. Selain jaminan gagal panen, para petani AS juga mendapat bantuan
pengetahuan dan teknologi dari berbagai pihak, terutama universitas. Mereka
bisa dengan mudah mendapat informasi bibit unggul terbaru, kondisi cuaca
harian, bahkan harga berbagai jenis panenan. Itu artinya para petani
diharapkan akrab dengan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Jay Fisher, direktur Pusat Riset Distrik di North Dakota State
University, petani memang sudah menggunakan internet untuk mencari berbagai
informasi. "Petani di North Dakota sebagian besar memiliki akses internet
dari rumahnya," ujar Fisher saat ditemui Senin (28/7) di pusat riset di
pinggiran kota kecil Minot, North Dakota.

Selain di rumah, para petani dan peternak bisa berkumpul di pusat riset
untuk mengikuti ceramah tentang produk pertanian atau peternakan. Bukan
hanya mendengarkan para peneliti lokal, mereka juga bisa bertanya atau *
sharing* dengan peneliti di lokasi lain secara *teleconference*. "Akibatnya
petani menjadi akrab dengan teknologi. Mereka bahkan menentukan apa yang
akan ditanam atau di mana hasil panen akan dijual melalui internet," ujar
Fisher.

Kedekatan para petani terhadap teknologi juga terlihat dalam penggunaan
alat-alat pertanian mereka. Selain mesin-mesin besar yang dipakai memanen,
mereka juga memiliki perlengkapan penanda lokasi semacam GPS (*global
positioning system*) yang bisa menuntun jalannya traktor sehingga tidak
belok ke lahan orang. Alat ini sangat penting mengingat tiap petani
menggarap rata-rata 1.000 hektar lahan. Dengan ketepatan alat ini,
lahan-lahan pertanian terlihat rapi terkotak-kotak dari atas langit North
Dakota.

Lalu hal apa yang bisa ditiru petani Indonesia? Sulit memang mencontoh
penggunaan mesin-mesin besar dalam proses pertanian karena lahan para petani
Indonesia tergolong amat kecil. Kebanyakan petani juga bukan pemilik lahan
melainkan penggarap. Namun teknologi dan informasi tetap bisa dimanfaatkan.
Petani sayur di Buleleng, Bali, misalnya sempat meneguk keuntungan setelah
mereka melalui internet berhasil mengetahui kebutuhan pasar. Ada pula petani
kacang di Jawa Timur yang menemukan pembeli setelah menjelajahi dunia maya.
Tak jarang di antara mereka membentuk komunitas online untuk saling bertukar
pikiran.

Permulaannya memang sulit. Kebanyakan petani Indonesia bercerita bahwa
mereka sangat takut mengoperasikan komputer. Takut keliru, katanya. Tapi itu
bukan hanya masalah di Indonesia. Petani Amerika pun mengalami hambatan
serupa. "Awalnya sulit mengajak mereka memanfaatkan internet," papar Fisher.
"Namun setelah beberapa orang mendapatkan manfaat, yang lain akhirnya
tertarik."

Hal lain yang dirasa sangat membantu petani adalah mudahnya mengakses
informasi pertanian lewat internet. Situs North Dakota State
University<http://www.ag.nxx.nodak.edu/minot/>misalnya menyediakan
hasil-hasil penelitian mereka yang terbaru mengenai
hama dan sistem pertanian. Itu juga pasti bisa dibangun di Indonesia. Yang
sedikit sulit mungkin adalah memastikan petani akan mendapat ganti rugi bila
panen mereka gagal. Namun bisa jadi itu bukan hal yang mustahil kelak. Dan
bila sudah begitu, produk pertanian kita mungkin bisa bersaing di pasar
dunia. Siapa tahu?

*A. Wisnubrata*

*****

From: "I Wayan Suardika" <yanika>
Subject: TAnya tempta beli Bibit Belut daerah Malang atau jawa timur yandika

Selamat Siang semuanya

 Ada yang bisa kasih info gak di mana bisa beli bibit belut daerah jawa
timur, khususnya yang deket2 malang kalau ada

 Terimakasih sebelumnya.

*****

From: atika yuliana <marketininvest>
Subject: Produksi Kripik Ketela ungu,grubby ungu dan kuning marketingin...

Kami memproduksi berbagai jenis makanan camilan dengan bahan ketela ungu. Baik
kripik, grubby,dll. Bagi rekan-rekan agromania yang tertarik dapat menghubungi
email ini atau nomor telp.0271 8902xx. Harga yang ditawarkan lebih murah,
namun  kualitas serta rasanya dijamin lebih lezat, sebab kami produksi secara
hygenis. Untuk pemesanan secara grosir, masih diberikan harga diskon.

Daru

*****

From: Rudy Surbakti <agronsery>
Subject: [agromania] Tanya ttg CNF dan FOB agronursery

Mohon bantu kepada teman teman,
saya akan bertemu dgn calon rekan bisnis dari luar negeri pada tanggal tertentu,
akan tetapi beliau mengirimkan sebuah email yg isinya sedikit membuat saya
bingung.
Isi bagian email rekan saya yg agak membingungkan tsb adalah:

Please just give us a little indication of your soft qoute CNF
........................

Pertanyaan saya adalah:
1. apakah yg beliau inginkan?
2. apakah beda nya CNF dgn FOB?

Terima kasihs sebelumnya

 

FORUM AGROMANIA (Arsip) | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9